PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Menyelamatkan 3 BUMN

Share
Advertisement

PPAPenyelamatan BUMN PPA – Pembentukan BUMN pengelola aset terbukti membuahkan hasil nyata. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) berencana merestrukturisasi PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Nindya Karya, dan PT Survei Udara Penas pada tahun ini. Langkah itu untuk keberlangsungan usaha BUMN tersebut.

“Kami melihat Indonesia membutuhkan perusahaan seperti PT DI, Nindya Karya, dan Survey Udara Penas,” kata Direktur Utama PPA Boyke Mukijat di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (29/4).

Menurut dia, kementerian mempertimbangkan BUMN yang mesti direstrukturisasi dalam bentuk penyuntikan modal. “Untuk Nindya Karya, modalnya akan lebih rendah daripada PT Waskita Karya,” jelasnya.

PPA, kata Boyke, menerima bantuan modal sebesar Rp500 miliar dari PPA pada 2012. “Langkah itu langsung mendorong PT Waskita Karya melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO),” ungkapnya.

Kendati demikian, PPA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,3 triliun pada periode Januari-Desember 2012 atau 24,46% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP 2012) sebesar Rp9,2 triliun. “Tidak tercapainya target tersebut karena adanya penyuntikan modal ke Waskita Karya oleh PPA,” ujarnya.

Boyke mengungkapkan laba bersih PPA Rp320 miliar atau lebih tinggi dibandingkan RKAP di Rp280 miliar. Laba usaha PPA senilai Rp363,85 miliar atau lebih rendah dibandingkan RKAP 2012 sebesar Rp542 miliar.

Masterplan BUMN 2012-2014 merencanakan restrukturisasi dan revitalisasi sejumlah BUMN oleh PPA, antara lain PT Merpati Nusatara Airlines (MNA), PT Djakarta Lloyd, PT Survey Udara Penas, Perusahaan Umum (Perum) Produksi Film Negara, PT Balai Pustaka, PT Industri Sandang Nusantara, PT Boma Bisma Indra, PT Industri Gelas, dan PT PAL Indonesia.

Kemudian, PT Industri Gelas, PT Kertas Kraft Aceh, Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta, PT Varuna Tirta Prakasya, PT Industri Kapal Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, PT Nindya Karya, dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.

Mantan Sekretaris Badan Usaha Muhamad Said Didu mengungkapkan restrukturisasi mampu menyelamatkan BUMN dari kegagalan bertahan. “Bila diperhatikan, restrukturisasi lebih banyak berhasil menyelamatkan BUMN dibandingkan yang gagal,” jelasnya. Sumber:metrotvnews

 

Share