Lowongan LSF – Lembaga Sensor Film

Share
Advertisement

Lembaga Sensor FilmLowongan Kerja LSFLembaga Sensor Film – LSF adalah sebuah lembaga yang bertugas menetapkan status edar film-film di Indonesia. Sebuah film hanya dapat diedarkan jika dinyatakan “lulus sensor” oleh LSF. LSF juga mempunyai hak yang sama terhadap reklame-reklame film, misalnya poster film. Selain tanda lulus sensor, lembaga sensor film juga menetapkan penggolongan usia penonton bagi film yang bersangkutan. Sebelum 1994, LSF bernama Badan Sensor Film.

Sejarah LSF

Tanggal 5 Desember 1900 tercatat sebagai salah satu tanggal penting dalam sejarah perfilman di Indonesia, karena pada tanggal tersebut Nederlandsche Bioscope Maatschappij (Perusahaan Bioskop Belanda) mulai mengoperasikan bioskop di sebuah rumah di Kebon Jae, Tanah Abang (Manage), di sebelah pabrik kereta (bengkel mobil) Maatschappij Fuchss. Seiring dengan semakin berkembangnya usaha bioskop yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai usaha gambar idoep, pemerintah kolonial Belanda telah mengeluarkan Ordonansi pada tahun 1916 yang mengatur tentang film dan cara penyelenggaraan usaha bioskop. Bioskop, sejalan dengan perkembangan tonil, makin menancapkan jejaknya dan membawa pengaruh dalam kehidupan masyarakat Hindia Belanda.

Peraturan yang dibuat dan diterapkan secara longgar oleh pemerintah kolonial, mengakibatkan banyak orang yang menganggap bioskop telah membawa pengaruh buruk bagi rakyat pribumi, termasuk mengubah pandangan inlanders terhadap tuan-tuan kulit putih yang berkuasa. Sir Hesketch Bell memberikan kesaksiannya lewat buku Administration in the Far East, terbitan 1926. … dalam perjalanan di Asia, tak satu pun manusia yang ditemui tak sependapat bahwa dampak film sangat menyedihkan bagi kewibawaan orang Eropa di Timur Jauh.

Sebelum bioskop menyajikan bagian yang tidak baik dari masyarakat kulit putih, banyak bangsa kulit berwarna tidak mengetahui kejatuhan moral di kalangan terrtentu dalam masyarakat Barat … Menyadari pengaruh buruk film dan bioskop, terutama yang dalam kacamata pemerintah kolonial menyerang kewibawaan mereka secara psikologis, Ordonansi 1916 pun berkali-kali mengalami pembaharuan sebagaimana yang tertera dalam Lembaran Negara 1919 No.337, 1919 No.688, dan 1922 No.742. Namun, pembaharuan tersebut tetap belum mencantumkan dengan rinci batasan bagi film yang diizinkan atau ditolak.

Baru pada Ordonansi Film 1925 (Film Ordonnantie 1925, Staadblad No.477), yang diberlakukan 1 Januari 1926, dilakukan pembaharuan seputar masalah Komisi Film dengan meningkatkan sifatnya yang regional menjadi sentral bagi seluruh Hindia Belanda. Komisi ini beranggotakan 15 orang, termasuk 4 wanita Eropa, 1 wanita pribumi, 4 orang berkebangsaan bukan Eropa. Ordonansi Film 1925 ini diperbaharui lagi oleh Film Ordonnantie 1926 (vide Staadblad No. 7), yang empat tahun kemudian diperbaharui lagi oleh Film Ordonnantie 1930 (vide Staadblad No. 447), dan akhirnya disempurnakan kembali melalui Film Ordonnantie 1940 yang melahirkan Film Commisie (vide Staadblad No. 507), yang mengharuskan semua film sebelum diputar di bioskop (untuk umum) wajib disensor terlebih dahulu.

PENGUMUMAN
NOMOR : 1366/A.LSF/KP/2014
TENTANG
PENERIMAAN CALON ANGGOTA LEMBAGA SENSOR FILM
DAN TENAGA SENSOR PUSAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PERIODE TAHUN 2014 – 2018

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Lembaga Sensor Film, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerima pendaftaran Calon Anggota Lembaga Sensor Film dan Tenaga Sensor Pusat, untuk posisi :

17 (tujuh belas) Orang Anggota Lembaga Sensor Film dan 34 (tiga puluh empat) orang Tenaga Sensor Pusat Periode Tahun 2014 – 2018.

Deskripsi Pekerjaan

Persyaratan Calon Anggota LSF :

  • Warga Negara Indonesia berusia paling rendah 35 tahun dan paling tinggi 70 tahun;
  • Setia kepada Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945;
  • Pendidikan minimal S1 atau yang disetarakan;
  • Memahami asas, tujuan, dan fungsi perfilman;
  • Memiliki kecakapan dan wawasan dalam ruang lingkup tugas penyensoran;
  • Memiliki pemahaman tentang budaya nasional dan daerah; dan
  • Dapat melaksanakan tugasnya secara penuh waktu.

Persyaratan Tenaga Sensor LSF Pusat :

  • Warga negara Republik Indonesia;
  • Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Pendidikan Minimal D3 atau yang disetarakan;
  • Memahami asas, tujuan, dan fungsi perfilman;
  • Memiliki kompetensi di bidang penyensoran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Memiliki pemahaman tentang budaya nasional dan daerah;
  • Mampu melakukan penilaian terhadap isi film;
  • Dapat melaksanakan tugasnya secara penuh waktu; dan
  • Memperoleh izin dari Instansi/Lembaga Pemerintah bagi Calon Tenaga Sensor Pusat yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Situs Referensi

  1. www.lsf.go.id

Pengajuan Lamaran

Surat lamaran ditujukan kepada Panitia Seleksi Anggota Lembaga Sensor Film dan Tenaga Sensor Pusat, tanpa materai, dikirim ke :

Sekretariat Lembaga Sensor Film
Gedung Film Lt. 6, Jalan MT. Haryono Kav 47-48 Jakarta Kode pos 12770
Atau melalui email : sekretariat@lsf.go.id

Catatan :

  • Berkas lamaran dikirim ke Panitia Seleksi, dengan mencantumkan nama pelamar dan Kode Lamaran, dikirim selambat-lambatnya tanggal 13 Agustus 2014 melalui email/stempel pos
  • Seleksi administrasi dilakukan terhadap pelamar yang telah mengirimkan berkas lamaran sesuai ketentuan;
  • Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan dilanjutkan dengan penilaian karya tulis dan wawancara;
  • Calon Anggota Lembaga Sensor Film yang dinyatakan lulus seleksi berjumlah dua kali dari jumlah keanggotan Lembaga Sensor Film, untuk diajukan oleh Menteri kepada Presiden;
  • Presiden mengangkat 17 Anggota LSF setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat;
  • Calon Tenaga Sensor Pusat yang dinyatakan lulus seleksi sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang akan ditetapkan oleh Menteri;
  • Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi sebagai calon anggota Lembaga Sensor Film dan Tenaga Sensor Pusat akan disurati dan diumumkan melalui website: http://setjen.kemdikbud.go.id dan www.lsf.go.id, serta papan pengumuman Sekretariat Lembaga Sensor Film;
  • Penetapan/keputusan Panitia Seleksi Anggota Lembaga Sensor Film dan Tenaga Sensor Pusat bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Hal-hal lain yang belum diatur akan ditetapkan dan diumumkan kemudian.
  • Setiap pelamar wajib mematuhi dan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan.
  • Unduh pengumuman rekrutmen anggota lsf selengkapnya : Klik Disini

Info Lowongan Kerja Lembaga Sensor Film persembahan www.pusatinfocpns.com

Share