• Home »
  • CPNS »
  • BKD Jepara Pastikan Tak Ada Titipan Dalam Penerimaan CPNS Honorer K2

BKD Jepara Pastikan Tak Ada Titipan Dalam Penerimaan CPNS Honorer K2

Share
Advertisement
Jepara Kab

www.jeparakab.go.id

CPNS Honorer Jepara – BKD Jepara memastikan tidak ada praktik titipan dalam seleksi penerimaan CPNS dari jalur honorer kemarin.

Sepekan sudah pengumuman hasil tes CPNS K2 diumumkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara. Namun jadwal pemberkasan belum jelas kapan akan dilaksanakan. Isu honorer titipan dan bawaan pejabat pun mencuat. Itu disampaikan Kepala BKD Jepara Abdul Syukur, Senin (24/2/2014) petang di Jepara.

“Saya setiap hari menerima banyak SMS berisi aduan yang isinya melaporkan katanya Si A, Si B itu titipannya pejabat. Ada yang hanya titip nama atau tugasnya tidak genap,” ujar Syukur.

“Saya pastikan tidak ada titip-titipan, mutlak semua kewenangan di pusat,” tandas Syukur.

Lebih lanjut Syukur menyampaikan, kalau pun ada honorer yang diterima CPNS karena membayar sejumlah uang, itu kepada oknum yang mencoba menjaring keuntungan. Mengingat tahun ini adalah tahun poltik, banyak oknum yang mencoba memanfaatkan. Jika ada oknum yang berani menjanjikan diterima CPNS, maka tidak akan meminta jaminan atau uang muka.

“Misalnya minta dulu Rp. 20 juta, kemudian nanti kalau diterima minta tambahan atau meminta jaminan ijazah. Kalau dia memang punya jaringan orang pusat dan menjanjikan diterima ngapain kok minta jaminan,” urai Syukur.

“Saya sendiri tidak punya jaringan orang pusat. Ketemu saja dua kali, itu pas rapat di Jakarta dan di Jogja,” imbuh Syukur.

Jika dalam proses pemberkasan nantinya ditemukan ada kecurangan data, Syukur melanjutkan, pengangkatan honorer tersebut dapat ditunda atau dianulir. Berkait dengan isu K2 yang membayar sejumlah uang kepada oknum, jika terbukti ada pelanggaran berkekutan hukum tetap maka pengangkatan CPNS akan dianulir.

“Kalau ada yang merasa dimanfaatkan oknum yang meminta sejumlah uang, lapor saja ke polisi atau ombudsman di Semarang,” saran Syukur.

Sementara itu, tiga orang perwakilan tenaga honorer yang tidak diterima, dalam waktu dekat akan diajak ke Jakarta ke kementrian berkait dengan pengangkatan CPNS. Itu untuk mengobati kekecewaan dan menunjukan transparasi proses pengangkatan CPNS.

“Padahal dulu waktu nama-nama K2 diumumkan di UPT-UPT sudah diberi masa sanggahan, tetapi tidak ada yang menyanggahnya. Kemudian sekarang begitu ada yang diterima diributkan,” pungkas Syukur.

Share