Berbagai Ungkapan Kekecewaan Hnorer Gagal CPNS

Share
Advertisement

Honorer Tolak UmumNasib CPNS Honorer Gagal Tes – Jumlah tenaga honorer kategori II (K2) yang tidak lolos tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) banyak disesalkan beberapa pihak. Sejumlah tenaga honorer pun menilai, seleksi penerimaan CPNS K2 tersebut kurang transparan.

Hal mengenaskan dialami Tala Ardiansyah, yang masih berstatus sebagai guru bantu. Ia masuk ke tenaga honorer K1 dan semestinya sudah diangkat CPNS, namun ia dimasukkan ke honorer K2. Lebih menyedihkan lagi, ia tidak lolos seleksi CPNS K2, sementara untuk honorer K1 sebelumnya langsung diangkat CPNS tanpa tes.

Salah seorang tenaga honorer, Makramiharja SPdI, bahkan sampai menangis. Ia mengaku sangat malu dengan keluarga maupun lingkungan, karena sampai saat ini masih juga berstatus tenaga honorer.

Pernyataan mengejutkan diungkapkan Selvy Sandriyani, honorer di UPTD Pendidikan Kecamatan Balongan. Ia mengaku mengetahui adanya kejanggalan dalam pengumuman CPNS dari honorer K2. Menurutnya, ada orang yang lolos seleksi CPNS yang baru saja diumumkan, padahal yang bersangkutan bukan merupakan tenaga honorer K2.

“Saya benar-benar kecewa. Kami yang sudah menjadi tenaga honorer cukup lama tidak lolos, sementara ada yang belum pernah menjadi tenaga honorer justru lolos seleksi CPNS,” ungkapnya kesal, Jumat (21/2/2014).

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Indramayu, Soekarno Ermawan mengaku bisa memahami keinginan para tenaga honorer. Menurutnya, berbagai masukan tersebut akan ditindaklanjuti.

“Kami sangat mendukung keinginan kalian, para tenaga honorer. Hanya saja kami tentunya terbentur dengan aturan yang dibuat pemerintah pusat. Meskipun demikian kami tetap akan melakukan upaya maksimal bersama eksekutif,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Eddy Mulyadi mengatakan, seleksi CPNS tahun ini memang sepenuhnya menjadi kewenangan pusat dan pemda tidak diberi kewenangan apapun.

Eddy juga mengaku setuju kalau tenaga honorer K2 yang masih tersisa diangkat menjadi CPNS. Namun lagi-lagi terbentur oleh aturan pusat. Meskipun demikian, tuturnya pihaknya juga sudah mengajukan tambahan kuota ke pusat, karena Indramayu hanya kebagian 17 persen dalam seleksi kali ini.

“Kami sudah mengirimkan surat yang ditandatangani Bupati ke MenPAN, untuk meminta agar kuota CPNS ditambah. Mudah-mudahan bisa direspon, syukur-syukur sisa honorer yang ada bisa diakomodir semua,” ujar Eddy.

Share